Dalam upaya memperoleh informasi lebih banyak tentang bulan, Amerika serikat dan Uni soviet berlomba-lomba untuk melakukan eksplorasi permukaan bulan, baik menggunakan pesawat berawak maupun tidak. Amerika bergerak menggunakan pesawat apollo sedangkan Uni soviet dengan pesawat Luna.
Para astronot apollo 11,12,14,15 dan 16 saat sampai dipermukaan bulan memasang seismometer dan membuat beberapa percobaan untuk para peneliti bisa menganalisis komposisi bagian dalam bulan. Dari percobaan itu, disimpulkan bahwa bulan terbagi 4 bagian, yaitu bagian kerak, selubung atas, selubung bawah dan inti.
Bagian kerak memiliki tebal 65 km pada daerah yang menghadapke bumi dan 130 km pada daerah yang berada di belakang bulan. Selanjutnya, dari perhitungan para ahli berdasarkan pada interaksi gravitasi bulan dengan bumi dan pengamatan menggunakan teleskop, diperoleh massa 0,0123 massa bumi, jari-jari sekitar 1737 km dan kerapatan sekitar 3,34 gr/cm kubik.
Struktur bagian dalam bulan ini berasal dari proses kristalisasi suatu lautan magma setelah bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Energi yang diperlukan untuk melelehkan bagian luar ini datang dari peristiwa tumbukan yang membentuk sistem bulan-bumi. Kristalisasi lautan magma ini kemudian menghasilkan kerak yang kaya akan bahan plagioklas. Bukti lain yang mendukung bahwa bulan pernah mengalami kristalisasi adalah adanya bahan anortosit di permukaannya.
Proses melelehnya bahan yang terdapat di bagian selubung mengakibatkan keluarnya basalt ke daerah permukaan bulan. Analisi pada bahan-bahan ini menunjukan bahwa selubung tersusun dari mineral olivin, ortopiroksen dan klinopiroksen. Selain itu, diketahui bahwa kandungan besi yang terdapat di selubung bulan lebih banyak daripada yang ada di selubung bumi dan inti besi ini tersusun dari senyawa-senyawa, Seperti FeS,FeO, DAN Fe203. Basalt dari bulan ini juga mengandung titanium (terdapat dalam mineral ilmenit). Dari berbagai pengamatan didapat bahwa inti bulan hanya 20% dari ukuran bulan secara keseluruhan. Sebagai pembanding pada objek kebumian lainnya harga ini mencapai 50%.
Bulan juga mengalami gempa yang berlangsung di kedalaman 1000 km dari permukaannya. Tampaknya gempa ini terkait dengan gaya pasang surut akibat gravitasi bumi karena berlangsung secara teratur setiap bulan. Selain itu terdapat gempa yang hiposenternya lebih dangkal 100 km dan tamaknya itu tidak terkait gaya pasang surut. Pesawat-pesawat angkasa berhasil mendarat di bulan sudah mengumpulkan batuan-batuan bulan sampai 400 kg beratnya. Bahan-bahan ini banyak membantu para ahli untuk mengetahui lebih dalam tentang komposisi bahan-bahan yang berada di permukaan bulan, proses bombardemen permukaan bulan dan bagaimana serta kapan proses-proses yang membuat bulan memiliki bentuknya seperti sekarang.
0 komentar:
Post a Comment