Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Wednesday, 26 June 2013

Tutorial Media Ajar

- 0 komentar
Saat ini, dunia pendidikan semakin berkembang inovasi penggunaan media pembelajaran akhir-akhir ini. Beragam jenis media termasuk media pembelajaran berbasis  multimedia mulai banyak diterapkan dalam pembelajaran, salah satunya adalah media Macromedia Flash. Oleh karena itu, seorang guru seharusnya mampu memanfaatkan teknologi yang sudah canggih ini dalam mengembangkan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri.
Macromedia Flash 8 adalah program canggih untuk membuat animasi dan aplikasi web propfesional, juga banyak digunakan untuk membuat game, animasi kartun, dan aplikasi multimedia interaktif seperti media pembelajaran interaktif, demo produk, dan tutorial interaktif.
Macromedia Flash 8 (Flash 8) merupakan salah satu dari Macromedia yang digunakan untuk membuat Animasi 2D, sehingga hanya dikenal posisi X (letak gambar secara horizontal) dan Y (letak gambar secara vertikal), sedangkan posisi Z (letak kejauhan/kedalaman gambar) tidak dikenal. Flash 8 ini merupakan pengembangan dari program Macromedia Flash sebelumnya, seperti: Flash 4, 5 dan 6. Adapun salah satu perbedaannya dengan program versi sebelumnya adalah penggunaan komponen Flash UI. Seperti program animasi yang lain, Flash juga mengenal scene (sheet-lembar kerja), layer (lapisan) dan frame (layar).
Pada postingan kali ini, saya posting software Flash 8 versi portable. Anda dapat mendownload pada link download di bawah ini :
Flash 8
Anda juga dapat mempelajari dasar-dasar macromedia Flash 8 melalui tutorial yang dapat didownload di sini.
[Continue reading...]

Friday, 24 May 2013

Komponen Delphi dan Fungsinya

- 0 komentar

1. MenuBar
MenuBar berfungsi memilih tugas-tugas tertentu seperti: memulai,memilih, dan mengakhiri suatu aplikasi.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/menubar.png?w=441&h=22
2. ToolBar/SpeedBar
Tidak jauh berbeda dengan fungsi MenuBar, Penggunaan ToolBar/SpeedBar lebih praktis dan cepat.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/toolbar.png?w=258&h=60
3. Component Palette
Component Palette berisikan kumpulan komponen yang akan ditempelkan atau diletakkan dalam form dan digunakan untuk mendesain form sehingga membentuk user interface. Di dalam Component Palette terdapat berbagai pilihan komponen, di antaranya: Component Palette Standard, Win32, System, DataAccess, DataControls, dbExpress, Data Snap, BDE, ADO, Interbase, Webservice, InternetExpress, Websnap, Internet, dan masih banyak lagi. Masing-masing memiliki banyak kontrol komponen disertai kegunaannya.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/component-palette.png?w=475&h=52
4. Jendela Form
Jendela ini digunakan untuk merancang dan mendesain user interface. Di sini pula kontrol-kontrol komponen dari komponen palet diletakkan/ditempelkan.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/jendela-form.png?w=531&h=272
5. Jendela Unit
Jendela ini digunakan secara umum untuk menuliskan listing program dalam suatu aplikasi. Di dalamnya terdapat sebuah struktur unit.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/jendela-unit.png?w=670&h=346
6. Jendela Object Tree View
Jendela ini dugunakan untuk melihat kontrol-kontrol apa saja yang berada di dalam form tersebut secara hierarki seperti Windows Explorer.
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/jendela-object-tree-view.png?w=830
7. Jendela Object Inspector
Jendela ini digunakan untuk memanipulasi kontrol-kontrol yang sudah ada dalam form. Jendela Object Inspector ini memiliki dua halaman, yang masing-masing disebut Properti (Properties) dan kejadian (Events).
Description: http://zulkifli19.files.wordpress.com/2012/06/jendela-object-inspector.png?w=830

[Continue reading...]

Trik Desain Delphi dengan SuiPack

- 0 komentar


SUIPACKS
Komponen suipacks adalah komponen yang dipergunakan untuk mempercantik tampilan program yang dibuat dengan menggunakan Delphi, pada prinsipnya komponen ini berguna untuk menutupi form asli Delphi dengan style yang berbeda semisal deep blue, mac, android, dll.

Langkah-langkah instalasi SUIPACKS:
1.      Buka folder penyimpan SUIPACKS.

2.     Klick double pada instal.

3.     Maka akan muncul proses instalasi seperti dibawah ini. Kemudian centanglah Delphi sesuai versi yang dipakai. Contoh Delphi 7.

4.     Klick install

5.     Jika instalasi berhasil maka akan muncul tampilan.

Langkah-langkah menampilkan komponen SUIPACKS pada Componen palette di Delphi:
1.     Buka aplikasi Delphi

2.     Klick menu Component dan pilih sub menu Instal Packages.

3.     Akan muncul jendela project option for project1.exe, kemudian klick add.

4.     Maka akan tampil kotak dialog add design packages, kemudian masuk  C:\Program Files\Borland\Delphi7\Projects\Bpl dan pilih file SUIPackd7.BPL dan setelah pilih open.

5.     Pada kotak dialog project option for project1.exe Klick OK.
6.     Tampilan komponen setelah pasang di Delphi.


Menampilkan Komponen SUIPACKS jika tidak muncul

Langkah menggunakan SUIPACKS dalam mendesain tampilan form Delphi :
1.     Buka tab SUIPACK util

2.     Ambil komponen suiFilleTheme (SUIMgr)

3.     Kemudian atur pada properties ThemeFile, maka akan muncul kotak dialog untuk memilih teme yang diinginkan. Pilih salah satu tema dan klick Open.

4.     Setelah itu pilih tab SUIPack, pada tab SUIPack anda akan menemukan banyak komponen.

5.     Ambil komponen suiForm, dan letakkan dalam form maka tampilan form project anda langsung berubah. Tema yang tampil di form anda masih default tema.

6.     Ubah pada bagian properties UIStyle menjadi FromThemeFile.

7.     Setelah itu anda harus ubah properties FileTheme menjadi suiFileTheme. Maka tampilan form langsung berubah sesuai tema yg kita pilih pada komponen suiFileTheme(SUIMgr).

8.     Dan ini tampilan saat program di jalankan.




SELAMAT MENCOBA DAN JANGAN TAKUT GAGAL
[Continue reading...]

Thursday, 21 February 2013

Ancaman Lubang Hitam (Black Hole)

- 0 komentar

Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun risikonya tidak hanya itu.

 Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu.

Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya?

 Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.

 Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.

 Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.

 Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.

Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.

 Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.

 Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.

 Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.

“Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.

 Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.

 “Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.

“Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.

 Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.





[Continue reading...]

Alternatif Energi

- 0 komentar

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energy suatu Negara antara lain jumlah penduduk dan pertumbuhannya, jumlah industri, jumlah alat transportasi dan kesejahteraan serta kemajuan yang ingin dicapai Negara tersebut. Dari seluruh energy yang dibutuhkan Indonesia, 60% tergantubf pada bahan bakar minyak. Untuk menyediakan energy listrik pun, ketergantungan terhadap BBM cukup signifikan, yaitu 22&. Selebihnya batu bara mengambil porsi 43%, gas alam 19%, air 10%, dan panas bumi 6%. Angka tersebut sangat mengejutkan mengingat cadangan minyak Indonesia mencapai 321 miliar barel, cadangan  batu bara mencapai 50 miliar ton,dan cadangan gas mencapai 507 TSFC. Dengan kecepatan konsumsi yang konstan cadangan minyak diprediksi akan habis dalam waktu 10 tahun, sementara batu bara diprediksi akan habis dalam kurun waktu 100 tahun, dan gas dalam kurun waktu 30 tahun. Kenyataan lain adalah Indonesia telah mengalami krisis energy sejak tahun 2008, sekitar 46% penduduk Indonesia tidak menikmati listrik.

            Nuklir adalah sumber energy listrik masa depan. Dengan berbagai kelebihannya dan semakin sulitnya keadaan, Indonesia harus menggunakannya.Nuklir memiliki efisiensi yang sangat tinggi. Teknologinya pun bersih dan ramah lingkungan. Menurut survei, seperempat daratan Indonesia mengandung bahan bakar nuklir. Bahkan di berbagai Negara maju dan berkembang, saat ini mulai beralih ke energy nuklir. Mulai saat ini sebaiknya Indonesia mulai ikut beralih ke energy alternative seperti Nuklir, sebelum krisis energy yang lebih parah terjadi.
[Continue reading...]

Saturday, 16 February 2013

Masa Depan Bumi

- 0 komentar

Ada banyak faktor yang akan mempengaruhi masa depan bumi, diantaranya pergerakan lempeng-lempeng yang mengubah bentuk permukaan bumi. Dan juga ada faktor lain lagi, seperti evolusi rotasi bumi, revolusi bulan keliling bumi dan evolusi matahari. Bulan mengelilingi bumi memberikan efek pasang surut air laut dipermukaan bumi. Tetapi selain selain mengakibatkan pasang surut air laut, revolusi bulan berakibat pada menurunnya laju rotasi bumi sebesar 25/1.000.000.000 detik/hari. Meskipun kecil, tetapi dalam kurun waktu lama dapat berakibat besar. Pengaruh lain gaya gravitasi bulan pada bumi adalah semakin jauhnya jarak bulan dari bumi. Sekarang bulan bergerak menjauhi bumi dengan laju 1 cm/tahun. Keadaan ini tidak seterusnya berlangsung karena ada faktor lain yang berperan ,yaitu radiasi matahari. Pemanasan atmosfer bumi akibat radiasi matahari memberikan efek mempercepat laju rotasi bumi sehingga bulan bergerak lagi kearah bumi. Semakin dekat posisi bulan ke bumi akan menyebabkan bulan hancur. Hal ini karena gaya gravitasi bumi mengalahkan gaya kohesi materi penyusun bulan. Bumi akhirnya memiliki cincin seperti yang dimiliki planet-planet Jovian (planet besar) lain. Namun, peristiwa diatas terlalu kecil pengaruhnya pada bumi bila dibandingkan dengan pengaruh yang berhubungan dengan revolusi matahari.

Perhitungan para astronomi, 5-6 miliar tahun lagi matahari akan membengkak ukurannya sehingga bisa menelan merkurius bahkan venus. Pada saat itu, matahari akan menjadi bintang yang berwarna merah dan menjadi bintang raksasa. Pada saat itu panas matahari dapat melelehkan besi dan menguapkan air lautan-lautan di bumi dan membentuk awan yang menyelubungi bumi. Masa ini tidak berlangsung lama. Matahari akan mengerut lagi sehingga panasnya berkurang juga, menyebabkan awan yang menyelubungi bumi kembali berubah menjadi lautan-lautan. Setelah itu matahari kembali melanjutkan evolusinya dengan ledakan-ledakan yang melemparkan materinya keluar. Kemudian setelah bahan bakarnya habis matahari akan mengerut terus sehingga ukurannya akan lebih kecil dari bumi. Saat itu matahari akan benar-benar padam, tetapi bumi dan planet-planet lain akan tetap mengorbit matahari karena massanya yang hilang hanya 1/1000 massa saat masih bersinar. Matahari akan menjadi sangat mampat, satu sendok teh massa matahari memiliki berat beberapa ton. Jika massa itu datang, mungkin keturunan manusia sudah jauh meninggalkan bumi.

[Continue reading...]

Pencarian Kehidupan di Mars

- 0 komentar

Spekulasi tentang adanya kehidupan di mars terus bertahan sejak Giovani dan Percivel menduga adanya saluran-saluran yang terdapat di mars. Ekspedisi pendaratan pesawat angkasa di planet ini, terutama pesawat viking, juga masih berkisar di sekitar masalah ini. Pesawat viking 1 mendarat di permukaan mars pada tanggal 20 juli 1976 membawa peralatan yang khusus digunakan untuk melakukan eksperimen pencarian kehidupan di mars. Disitu viking menjadi laboratorium mini untuk melakukan ksperimen pada contoh-contoh tanah dan batuan yang diambil dari permukaan mars. Eksperimen ini dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya Mikroorganisme.

Eksperimen yang dilakukan viking memberi hasil yang mengejutkan para peneliti. Mereka mendapatkan bahwa tanah di mars lebih reaktif dan tidak terdapat zat-zat organik. Berdasarkan data dan analisis di atas, para ahli menyimpulkan bahwa tidak terdapat kehidupan di mars. Karena tidak adanya syarat-syarat yang mendukung agar kehidupan dapat berlangsung.

[Continue reading...]

Eksplorasi Bulan

- 0 komentar

Dalam upaya memperoleh informasi lebih banyak tentang bulan, Amerika serikat dan Uni soviet berlomba-lomba untuk melakukan eksplorasi permukaan bulan, baik menggunakan pesawat berawak maupun tidak. Amerika bergerak menggunakan pesawat apollo sedangkan Uni soviet dengan pesawat Luna.

Para astronot apollo 11,12,14,15 dan 16 saat sampai dipermukaan bulan memasang seismometer dan membuat beberapa percobaan untuk para peneliti bisa menganalisis komposisi bagian dalam bulan. Dari percobaan itu, disimpulkan bahwa bulan terbagi 4 bagian, yaitu bagian kerak, selubung atas, selubung bawah dan inti.

Bagian kerak memiliki tebal 65 km pada daerah yang menghadapke bumi dan 130 km pada daerah yang berada di belakang bulan. Selanjutnya, dari perhitungan para ahli berdasarkan pada interaksi gravitasi bulan dengan bumi dan pengamatan menggunakan teleskop, diperoleh massa 0,0123 massa bumi, jari-jari sekitar 1737 km dan kerapatan sekitar 3,34 gr/cm kubik.
Struktur bagian dalam bulan ini berasal dari proses kristalisasi suatu lautan magma setelah bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Energi yang diperlukan untuk melelehkan bagian luar ini datang dari peristiwa tumbukan yang membentuk sistem bulan-bumi. Kristalisasi lautan magma ini kemudian menghasilkan kerak yang kaya akan bahan plagioklas. Bukti lain yang mendukung bahwa bulan pernah mengalami kristalisasi adalah adanya bahan anortosit di permukaannya.
Proses melelehnya bahan yang terdapat di bagian selubung mengakibatkan keluarnya basalt ke daerah permukaan bulan. Analisi pada bahan-bahan ini menunjukan bahwa selubung tersusun dari mineral olivin, ortopiroksen dan klinopiroksen. Selain itu, diketahui bahwa kandungan besi yang terdapat di selubung bulan lebih banyak daripada yang ada di selubung bumi dan inti besi ini tersusun dari senyawa-senyawa, Seperti FeS,FeO, DAN Fe203. Basalt dari bulan ini juga mengandung titanium (terdapat dalam mineral ilmenit). Dari berbagai pengamatan didapat bahwa inti bulan hanya 20% dari ukuran bulan secara keseluruhan. Sebagai pembanding pada objek kebumian lainnya harga ini mencapai 50%.

Bulan juga mengalami gempa yang berlangsung di kedalaman 1000 km dari permukaannya. Tampaknya gempa ini terkait dengan gaya pasang surut akibat gravitasi bumi karena berlangsung secara teratur setiap bulan. Selain itu terdapat gempa yang hiposenternya lebih dangkal 100 km dan tamaknya itu tidak terkait gaya pasang surut. Pesawat-pesawat angkasa berhasil mendarat di bulan sudah mengumpulkan batuan-batuan bulan sampai 400 kg beratnya. Bahan-bahan ini banyak membantu para ahli untuk mengetahui lebih dalam tentang komposisi bahan-bahan yang berada di permukaan bulan, proses bombardemen permukaan bulan dan bagaimana serta kapan proses-proses yang membuat bulan memiliki bentuknya seperti sekarang.
[Continue reading...]

Teori Terbentuknya Bumi

- 0 komentar

Proses Terbentuknya Bumi- Bumi bukanlah benda di jagat raya yang muncul dengan sendirinya dalam bentuk yang sempurna. Bumi terbentuk melalui proses yang panjang dan terus berkembang hingga terbentuk sekarang ini. Para ilmuwan berpendapat bahwa proses pembentukan Bumi sudah dimulai sejak bermiliar-miliar tahun yang lalu. Planet Bumi bermula dari awan raksasa yang selalu berputar di antariksa. Awan raksasa tersebut akan membentuk bola-bola yang menarik butir-butir debu dan gas. Bola-bola debu dan gas inilah awal mula terbentuknya Bumi, planet-planet, serta bulan-bulan lain.

Saat gravitasi Bumi semakin besar, gas dan debu tersebut akan termampat dan semakin lama semakin padat. Hal ini menyebabkan Bumi semakin panas dan menjadi bola berpijar. Bagian luar Bumi lambat laun mulai mendingin dan mengeras. Tetapi Bumi belum dingin sama sekali. Bagian tengah Bumi masih sangat panas. Proses pembentukan Bumi di atas hampir sama dengan pendapat Kant-Laplace yang mengemukakan bahwa Bumi ini mulai terbentuk selama bermiliar tahun yang lalu ketika dilepaskan dari matahari dalam bentuk gas pijar, yang lambat laun mendingin dan membentuk kerak batuan.

Walaupun banyak teori atau pendapat dari para ilmuwan tentang proses pembentukan Bumi, tetapi tidak seorang pun yang sungguhsungguh mengetahui dengan pasti bagaimana dan kapan Bumi terbentuk. Ya, menjadi tantangan bagi dunia ilmu pengetahuan yang suatu saat bisa kamu pecahkan.

Proses perkembangan planet Bumi dari masa ke masa tidak dapat dipisahkan dengan sejarah terbentuknya tata surya. Hal ini dikarenakan Bumi merupakan salah satu anggota keluarga Matahari, di samping planet-planet lain, komet, asteroid, dan meteor.
Berdasarkan hipotesis nebula (teori kabut gas) yang dikembangkan oleh seorang ahli filsafat Jerman, Immanuel Kant (1755) serta ahli astronomi Prancis, Pierre Simon Marquis de Laplace (1796), diperoleh gambaran bahwa sistem tata surya berasal dari
massa gas (kabut gas) yang bercahaya dan berputar perlahan-lahan.

Massa gas tersebut secara berangsur-angsur mendingin, mengecil, dan mendekati bentuk bola. Oleh karena massa gas itu berotasi dengan kecepatan yang makin lama semakin tinggi, pada bagian khatulistiwanya (ekuator) mendapat gaya sentrifugal paling besar, massa tersebut akhirnya menggelembung. Akhir dari bagian yang menggelembung tersebut, ada bagian yang terlepas (terlempar) dan membentuk bola-bola pijar dengan ukuran berbeda satu sama lain. Massa gas induk tersebut akhirnya menjadi Matahari, sedang kan bola-bola kecil yang terlepas dari massa induknya pada akhirnya mendingin menjadi planet, termasuk Bumi. Pada saat terlepas dari massa induknya, planet-planet anggota tata surya masih merupakan bola pijar dengan suhu sangat tinggi. Oleh karena planet berotasi, ada bagian tubuhnya yang terlepas dan berotasi sambil beredar mengelilingi planet tersebut. Benda tersebut selanjutnya dinamakan Bulan (satelit alam).

Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi (ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau) dan stratigrafi (ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi).


Pada saat terlahir sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, Bumi kita masih merupakan bola pijar yang sangat panas. Lama kelamaan secara berangsur-angsur Bumi kita mendingin. Akibat proses pendinginan, bagian luar Bumi membeku membentuk lapisan kerak Bumi yang disebut litosfer. Selain pembekuan kerak Bumi, pendinginan massa Bumi ini mengakibatkan terjadinya proses penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Proses penguapan ini terjadi dalam jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas yang sangat banyak.

Pada saat inilah mulai terbentuk atmosfer Bumi. Uap air yang terkumpul di atmosfer dalam waktu jutaan tahun tersebut pada akhirnya dijatuhkan kembali sebagai hujan untuk kali pertamanya di Bumi, dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Titik-titik air hujan yang jatuh selanjutnya mengisi cekungan-cekungan muka Bumi membentuk bentang perairan  laut dan samudra.

Seorang ahli ilmu cuaca dari Jerman yang bernama Alfred Wegener (1912), dalam teorinya yang terkenal, yaitu Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory) mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa.

Sedikit demi sedikit Pangea mengalami retakan-retakan dan pecah. Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah.

Baik di antara Laurasia maupun Gondwana kemudian terpecah-pecah lagi menjadi daratan yang lebih kecil dan bergerak secara tidak beraturan dengan kecepatan gerak berkisar antara 1–10 cm pertahun. Dalam sejarah perkembangan planet Bumi, Laurasia merupakan cikal bakal benua-benua yang saat ini letaknya di sebelah utara ekuator (belahan Bumi utara), meliputi Eurasia, Amerika Utara, dan pulaupulau kecil di sekitarnya. Adapun Gondwana merupakan cikal bakal benua-benua di belahan Bumi selatan, meliputi Amerika Selatan, Afrika, Sub Benua India, Australia, dan Antartika.
[Continue reading...]
 
Copyright © . Semesta Alam - Posts · Comments
Theme Template by My World · Powered by Blogger