Home » Posts filed under OKU
Showing posts with label OKU. Show all posts
Showing posts with label OKU. Show all posts
Wednesday, 27 March 2013
Burgo
Bahan:
150 g tepung beras
30 g tepung kanji
1/4 sdt garam
150 ml air mendidih
250 ml air
150 g tepung beras
30 g tepung kanji
1/4 sdt garam
150 ml air mendidih
250 ml air
Bahan kuah:
150 g ikan gabus
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
50 ml air
garam secukupnya
sedikit minyak untuk menumis dan mengoles wajan dadar
bawang merah goreng secukupnya
Bumbu halus:
3 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 cm kunyit
1 cm jahe
1 cm lengkuas
1 butir kemiri
150 g ikan gabus
250 ml santan dari 1/4 butir kelapa
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
50 ml air
garam secukupnya
sedikit minyak untuk menumis dan mengoles wajan dadar
bawang merah goreng secukupnya
Bumbu halus:
3 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
1 cm kunyit
1 cm jahe
1 cm lengkuas
1 butir kemiri
Cara membuat:
1. Kukus ikan, angkat dan suwir-suwir. Sisihkan.
2. Burgo: Campur tepung beras, tepung kanji, dan garam. Aduk rata. Tuang air mendidih, aduk rata. Tambahkan air, aduk rata. Panaskan wajan dadar, oles dengan sedikit minyak. Tuang dua sendok sayur adonan, buat dadar. Panaskan hingga matang. Angkat lalu gulung, potong-potong dan sisihkan. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kuah: Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, dan daun salam hingga harum. Tuang air, masukkan ikan. Tambahkan santan dan garam, masak sambil diaduk hingga mendidih, angkat.
4. Atur burgo di atas piring saji, tuang kuah beserta isinya. Taburi dengan bawang merah goreng. Sajikan.
1. Kukus ikan, angkat dan suwir-suwir. Sisihkan.
2. Burgo: Campur tepung beras, tepung kanji, dan garam. Aduk rata. Tuang air mendidih, aduk rata. Tambahkan air, aduk rata. Panaskan wajan dadar, oles dengan sedikit minyak. Tuang dua sendok sayur adonan, buat dadar. Panaskan hingga matang. Angkat lalu gulung, potong-potong dan sisihkan. Lakukan hingga adonan habis.
3. Kuah: Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, dan daun salam hingga harum. Tuang air, masukkan ikan. Tambahkan santan dan garam, masak sambil diaduk hingga mendidih, angkat.
4. Atur burgo di atas piring saji, tuang kuah beserta isinya. Taburi dengan bawang merah goreng. Sajikan.
Selamat Mencoba....
Thursday, 21 March 2013
Tempoyak
Tempoyak
TEMPOYAK merupakan salah satu makanan khas OKU, Sumatera Selatan. Bila Anda penyukanya, patutlah mengetahui cara membuat tempoyak.
Tempoyak berbahan utama durian, awalnya sebagai upaya masyarakat Palembang untuk memanfaatkan kekayaan buah durian yang dimilikinya. Belakangan, bahan ini terus dipakai, dan tempoyak akan lebih nikmat bila menggunakan durian asli Palembang.
Nah, bagi Anda yang belum tahu cara membuat tempoyak, simak langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Siapkan buah durian yang matang. Pilihlah durian lokal untuk
mendapatkan hasil tempoyak yang baik. Jika Anda menggunakan durian montong, agak kurang bagus hasilnya karena terlalu banyak mengandung air
dan gas.
2. Pisahkan biji durian dari dagingnya. Yang dibutuhkan untuk membuat tempoyak durian adalah dagingnya.
3. Berilah sedikit garam untuk memberi rasa asin pada daging
durian, tanpa menghilangkan rasa manisnya, lalu aduk sampai rata.
4. Tambahkan sedikit cabai rawit yang sudah diulek. Aduk daging durian sampai rata. Selain menambahkan rasa pedas, cabai rawit juga mempercepat
proses fermentasi.
5. Setelah selesai, simpan daging durian yang sudah diaduk tadi di dalam wadah tertutup (lebih baik gunakan stoples dan simpan pada suhu ruangan).
6. Biasanya, proses fermentasi durian (menjadi tempoyak) berlangsung selama 3-5 hari.
Wednesday, 20 March 2013
Sejarah OKU
Nama OKU berasal dari dua sungai besar yang melintasi sepanjang Kabupaten OKU. Berdasarkan sejarah kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu no 9 tahun 1997 tanggal 20 januari, Tahun 1878 di tetapkan sebagai tahun Kelahiran Nama Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Propinsi didalam Negara Republik Indonesia.Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni (1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura; (2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan (3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.
Subscribe to:
Posts (Atom)





