Showing posts with label Hipotesis. Show all posts
Showing posts with label Hipotesis. Show all posts

Thursday, 21 February 2013

Ancaman Lubang Hitam (Black Hole)

- 0 komentar

Lubang hitam mampu menelan berbagai benda angkasa. Semakin banyak yang ia telan, semakin besar daya hisapnya. Namun risikonya tidak hanya itu.

 Lubang hitam merupakan wilayah luar angkasa yang dapat menelan gas, debu, bintang, planet, maupun benda angkasa lain yang ada dalam suatu galaksi. Gaya tarik gravitasinya sangat kuat. Sebuah planet yang melintas di sekitarnya tidak akan selamat dari hisapan lubang itu.

Banyak astronom khawatir aktivitasnya yang semakin liar akan mampu menelan planet Bumi. Lantas apa yang membuat sebuah lubang hitam mampu menyedot benda-benda angkasa di sekitarnya?

 Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Menurut George Helou, dari Spitzer Science Center NASA di Institut Teknologi California, lubang hitam di galaksi kita saat ini sedang dalam fase tidur itu.

 Lubang hitam yang disebut Sagitarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya.

 Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya.

 Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya.

Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar.

 Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang.

 Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu mempengaruhi perkembangan galaksi dimana tempat lubang hitam itu berada.

 Memahami proses, cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi, gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam.

“Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya,” ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology.

 Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit.

 “Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi,” ujar Ballantyne.

“Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita,” tambah Ballantyne.

 Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi beresiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.





[Continue reading...]

Alternatif Energi

- 0 komentar

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energy suatu Negara antara lain jumlah penduduk dan pertumbuhannya, jumlah industri, jumlah alat transportasi dan kesejahteraan serta kemajuan yang ingin dicapai Negara tersebut. Dari seluruh energy yang dibutuhkan Indonesia, 60% tergantubf pada bahan bakar minyak. Untuk menyediakan energy listrik pun, ketergantungan terhadap BBM cukup signifikan, yaitu 22&. Selebihnya batu bara mengambil porsi 43%, gas alam 19%, air 10%, dan panas bumi 6%. Angka tersebut sangat mengejutkan mengingat cadangan minyak Indonesia mencapai 321 miliar barel, cadangan  batu bara mencapai 50 miliar ton,dan cadangan gas mencapai 507 TSFC. Dengan kecepatan konsumsi yang konstan cadangan minyak diprediksi akan habis dalam waktu 10 tahun, sementara batu bara diprediksi akan habis dalam kurun waktu 100 tahun, dan gas dalam kurun waktu 30 tahun. Kenyataan lain adalah Indonesia telah mengalami krisis energy sejak tahun 2008, sekitar 46% penduduk Indonesia tidak menikmati listrik.

            Nuklir adalah sumber energy listrik masa depan. Dengan berbagai kelebihannya dan semakin sulitnya keadaan, Indonesia harus menggunakannya.Nuklir memiliki efisiensi yang sangat tinggi. Teknologinya pun bersih dan ramah lingkungan. Menurut survei, seperempat daratan Indonesia mengandung bahan bakar nuklir. Bahkan di berbagai Negara maju dan berkembang, saat ini mulai beralih ke energy nuklir. Mulai saat ini sebaiknya Indonesia mulai ikut beralih ke energy alternative seperti Nuklir, sebelum krisis energy yang lebih parah terjadi.
[Continue reading...]
 
Copyright © . Semesta Alam - Posts · Comments
Theme Template by My World · Powered by Blogger